Kripik salak pondoh, potensi usaha kawasan merapi

Bicara mengenai keripik salak pondoh. Salak Pondoh dari Kab Sleman sudah sangat terkenal di berbagai daerah. Kini ada sensasi baru untuk menikmati buah khas lereng Merapi itu yaitu menikmati kripik salah pondoh yang renyah.

“Rasa keripiknya segar karena rasa buahnya masih kentara manis dan ada sedikit rasa masam,” kata Rafika (32), saat mencoba rasa kripik itu di stand UKM Tawangrejo Agro, Ambarrukmo Plaza.

Sambil mencomot lagi beberapa keping kripik, pelancong asal Malang itu mengaku baru sekali merasakan salak pondoh dalam bentuk kering. Menurutnya dari segi rasa dan kemasan kripik salak pondoh itu sangat cocok untuk oleh oleh ke tempat asalnya.

“Di Malang tempat saya ada kripik apel, tapi sesuai dengan potensinya di Sleman ada kripik salak pondoh. Ini layak dicoba,” kata perempuan yang akrab dipanggil Fika ini.

Ia pun tidak ragu memesan cemilan itu, satu bungkus kripik salah pondoh 100 gram ditambah satu bungkus kripik nangka 100 gram sebagai buah tangan untuk keluarga.

Adalah kelompok usaha Tawangrejo Agro asal Dusun Tawangrejo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem yang menciptakan cemilan buah tersebut. Industri rumah tangga itu mengolah buah-buahan segar menjadi keripik kemasan yang diberi label “Kharisma”.

“Selain salak pondoh, juga ada buah-buahan lainnya seperti nangka, pisang, nanas dan jamur tiram,” kata Marketing Tawangrejo Agro, Ani Sulistyawati.

Komoditas buah yang diproses menjadi kripik berasal dari kebun buah organik di Kab Sleman. Pengolahannya pun alami yakni buah segar dikeringkan selanjutnya digoreng dengan minyak tanpa menggunakan bahan pengawet. Setelah dikemas buah kering mampu bertahan hingga satu tahun.

Buah kering yang ditawarkan kepada konsumen ada dua kemasan yakni kemasan 40 gram seharga Rp 6.000 dan kemasan 100 gram seharga Rp12.500. “Semua jenis keripik buah dalam kemasan yang kami jual harganya sama saja,” kata Ani.

Untuk pemasarannya, Ani mengatakan hanya terbatas ke toko-toko lokal yang diperuntukkan kepada wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Kabupaten Sleman. Selain itu pesanan juga dikirim ke sejumlah wilayah di luar DIY. “Kami juga mengirim ke Papua. Entah mengapa mereka menyukai kripik salak pondoh ini, market di sana lumayan bagus,” ujar Ani.

Sebagai usaha yang baru berkembang, pemasaran kripik buah ini masih memerlukan banyak dorongan terutama untuk mengambangkan skala usaha. Saat ini meskipun sejumlah wilayah di nusantara mulai tertarik dengan produk ini tetapi masih kesulitan untuk memenuhi pasar karena terbatasnya volume produksi.

“Mesin produksi cuma satu dan dalam pengemasan produk masih manual hingga kurang cepat. Jadi sementara ini kami masih bertahan dengan skala produksi yang kecil,” ujarnya.

Artikel lengkap di http://www.suaramedia.com

    • aguswijaya
    • June 21st, 2012

    apa sekiranya saya bisa mendapatkan nomor telpon yg bisa dihubungi. terima kasih agus

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: