Kebutuhan terigu terus meningkat,peluang usaha sleman

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) memperkirakan permintaan tepung terigu dalam negeri pada 2012 naik 6 persen dibanding 2011 yang mencapai 4,7 juta ton.

Namun, kebutuhan yang seharusnya bisa dipenuhi oleh industri terigu di dalam negeri ternyata dihambat oleh produk impor, khususnya dari Turki yang terindikasi menggunakan harga dumping (harga ekspor lebih murah dibanding dalam negeri). Kondisi ini diperparah dengan tidak kunjung diterbitkannya peraturan menteri keuangan tentang penerapan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap terigu impor dari Turki. Padahal jelas-jelas selama dua tahun lebih, Turki mengekspor terigu ke Indonesia dengan harga dumping. 

Menurut Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies, permintaan tepung terigu cenderung naik setiap tahun seiring dengan pertumbuhan penduduk. Ini dikarenakan terigu sudah menjadi bahan pangan pokok kedua setelah beras. Permintaan industri pengolah terigu juga terus meningkat, karena sekarang Indonesia sudah menjadi pemasok biskuit ke pasar Asia.

 “Kenaikan permintaan tepung terigu otomatis akan mendorong peningkatan impor tepung terigu dan bahan bakunya biji gandum. Karena sampai sekarang pemenuhan kebutuhan nasional akan jenis tepung tersebut hanya dari industri pengolah biji gandum dan terigu impor,” ujarnya

artikel lengkap di  http://www.suarakarya-online.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: