Potensi ekonomi salak pondoh turi dan salak srumbung diperhatikan departemen pertanian

Menteri Pertanian Suswono bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Achmad Hermanto Dardak, Kepala BNPB Syamsul Maarif dan jajaran pimpinan Kementerian Pertanian meninjau kebun salak di Desa Srumbung, Kab.  Magelang dan stok ternak di Desa Ngipiksari, Hargobinangun, Kab. Sleman, Yogyakarta pada 23 Januari 2011. Dalam kesempatan tersebut, Mentan berdialog langsung dengan para petani dan peternak serta memberikan bantuan sapi secara simbolik kepada perwakilan peternak.

Mengawali arahannya saat meninjau kebun salak di Desa Srumbung, Kab. Magelang, Mentan menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Pertanian telah menerjunkan 6 (enam) orang peneliti dari Badan Litbang Pertanian untuk melihat potensi kerusakan lahan akibat erupsi Merapi, sehingga daerah yang terkena dampak akan terdata. Selanjutnya, data tersebut akan diberikan kepada para Bupati untuk memudahkan dalam menangani pembangunan pasca terjadinya erupsi Merapi tersebut.

Lebih lanjut Mentan menjelaskan akan terus berusaha untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat, terutama petani dan peternak pasca bencana erupsi Merapi. Karena itu, Kementan akan mempelajari dan menggodok usulan dana segar yang diminta  petani salak untuk recovery lahan pertanian di 3 kecamatan di Magelang dengan luas 1.969 hektar, yaitu sebesar Rp 17,5 miliar.

Sementara itu, saat melakukan kunjungan di desa Ngipiksari, Hargobinangun Sleman, Yogyakarta, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk penggantian sapi korban bencana Merapi. Sayangnya, anggaran tersebut belum dapat digunakan secara optimal mengingat dari data yang ada, hingga saat ini sapi yang dijual jumlahnya sebanyak 291 ekor dan sapi mati yang telah diganti di DIY dan Jateng hanya sebanyak 4.017 ekor. Karena itu Mentan menyatakan kesiapannya untuk membeli sapi yang masih hidup atau mengganti sapi yang mati asal disertai dokumen yang lengkap.  Mengakhiri arahannya, Mentan kembali mengingatkan bagi peternak yang ingin mengembangkan ternaknya untuk memanfaatkan berbagai kredit murah, diantaranya yaitu Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dan KUR.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Tengah dan Yogyakarta, rombongan juga melihat langsung penanganan lahar dingin Merapi dan pengungsi di Desa Jumoyo dan hunian sementara di Desa Kuang, Kec. Argo Mulyo, Sleman  (Biro Umum dan Humas).

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: