Mensiasati Peluang Kredit Perbankan untuk UKM

Kemampuan pengusaha mikro, kecil, dan menengah dalam menjangkau pembiayaan perbankan dalam bentuk modal kerja maupun investasi, dirasa masih minim. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi para pengusaha UMKM dalam hal pengelolaan keuangan standar.

“Ini diperlukan untuk memperbesar peluang pengusaha UMKM mendapat pembiayaan usaha rakyat dengan proses yang cepat. Salah satu persoalan krusial di tingkat usaha mikro hingga kini adalah persoalan kemampuan dalam mengakses pembiayaan perbankan termasuk terhadap pembiayaan usaha rakyat akibat rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam pengelolaan bisnis,” kata Branch Manager BTN Syariah Semarang, Indro Setiadji, Sabtu (17/12).

Persoalan tersebut, menurutnya, perlu dipangkas. Di samping upaya para pengusaha mikro, kecil, menengah untuk terus meningkatkan kemampuan bisnis dalam hal pengelolaan keuangan standar, upaya perbankan untuk memberikan edukasi perihal syarat standar penjangkauan pembiayaan UMKM, juga amat penting.

“Melalui program CSR atau Bina Lingkungan, kami secara rutin menggelar pelatihan intensif bagi para UMKM. Kami amat berharap usaha mereka bisa terus berkembang, terutama dengan mendapat modal kerja atau modal investasi dari perbankan,” ungkapnya.

Pasalnya, pengembangan usaha, meski dalam skala mikro dan kecil memiliki peran yang sangat strategis dalam menumbuhkan sektor riil. Dengan tingginya pertumbuhan sektor riil, pertumbuhan ekonomi secara makro juga turut terakselerasi.

Di sisi lain, pertumbuhan pembiayaan UMKM selama ini cukup memberikan pengaruh terhadap menurun atau meningkatnya pertumbuhan pembiayaan perbankan, mengingat kontribusinya mencapai 27,08 persen dari total pembiayaan bank-bank di Jawa Tengah.

Dikatakan, pelatihan yang bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah di Hotel Semesta Semarang, Sabtu (17/12) ini, diarahkan pada problem solving yang selama ini dihadapi oleh para wirausaha.

Jadi, peserta tidak sekadar pasif mendapatkan pengetahuan tapi juga berperan aktif, seperti dalam sesi play games selling (praktik menjual). “Target peserta yang dituju adalah yang sudah memiliki unit usaha minimal setahun,” imbuh Indro.

Wakil Sekretaris BPD HIPMI Jawa Tengah, Naneth A Ekopriyonomenambahkan, kegiatan yang mengusung tema ”Merubah Job Seeker Menjadi Job Maker” ini, diharapkan dapat memotivasi jiwa wirausaha dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan wirausaha berkualitas yang mampu bersaing serta memiliki kreativitas dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat

sumber suara merdeka

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: