Potensi Arowisata salak sleman dan srumbung

Kabupaten Sleman yang merupakan bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal memiliki potensi daerahyang sangat beragam. Selain sektor pariwisata, agrobisnis, dan pendidikan, Kabupaten Sleman saat ini juga mulai ‘digairahkan’ dengan munculnya desa-desa wisata yang membawa potensi alam dan kearifan lokal masyarakatnya. Berlatar belakang Gunung Merapi yang menjadi salah satu ikon wisata alamnya, wilayah bagian utara yang merupakan kawasan lereng gunung seperti Tempel, Turi, Pakem, dan Cangkringan, mulai menggalakkan program pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata. Salah satu desa wisata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaannya adalah Agromina Wisata Karangasri (KAS).

Berlokasi di Dusun Karanggeneng Purwobinangun Pakem Sleman, Agromina Wisata Karangasri (KAS) memiliki fasilitas pendukung untuk kegiatan out bond, camping ground, fishing, dan beragam wisata minat khusus lainnya. “Dengan fasilitas ini, berupa wahana outbond/ outing, camping ground, home stay, dan pemancingan, kami berupaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya warga masyarakat untuk bisa ikut serta memanfaatkan KAS sebagai tempat pemberdayaan mereka (warga),” jelas Bapak Ahmad Junaidi (48) selaku perintis Agromina Wisata Karangasri kepada tim liputan bisnisUKM Selasa (25/10).

Agromina Karangasri 200x144 Agromina Wisata Karangasri Pakem SlemanMeskipun pembangunan sudah dimulai pada tahun 2008, namun Agromina Wisata Karangasri (KAS) baru beroperasi efektif selama setahun ini. Hal itu dikarenakan pendanaan murni dari swadaya masyarakat, sehingga tidak seluruh bangunan fisik bisa diselesaikan dalam satu waktu. Padahal untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan usaha sebaiknya pelaku usaha membuka wacana untuk mendapatkan kredit UKM perbankan. “Kami membangun ini (KAS) secara bertahap, pedomannya adanya dana berapa, kami cak’ke (langsung digunakan/ Bahasa Jawa),” imbuh Bapak Ahmad Junaidi. Alhasil, dengan dukungan penuh dari warga masyarakat, lahan seluas 3 hektar tersebut saat ini sudah bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan bagi kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum dengan fasilitas yang sangat memadai.

Menurut Bapak Junaidi, wilayahnya memiliki potensi masyarakat dan fasilitas alam yang memadai sebagai lokasi pengembangan desa wisata. “Potensi masyarakat yang kami miliki berupa potensi agro, yaitu salak pondoh, tanaman pangan, dan perikanan, sementara fasilitas alamnya berupa sungai dan embung (danau kecil),” imbuhnya. Atas dasar itulah, maka konsep desa wisata yang dikembangkan dan menjadi ‘brand’ Karangasri adalah AGROMINA, dengan sasaran utamanya wisata pertanian dan perikanan.

fasilitas out bond agromina karangasri 200x144 Agromina Wisata Karangasri Pakem SlemanSelain paket utama berupa out bond, susur sungai, camping ground, dan pemancingan, Desa Wisata Karangasri juga memiliki wisata minat khusus lainnya. Paket wisata khusus tersebut antara lain paket pertanian (membajak sawah, memanen padi/ sayuran), paket perkebunan (cara budidaya salak, memetik buah salak), paket peternakan (cara beternak sapi/ kerbau/ kambing, memberi makan hewan ternak, memandikan hewan ternak), dan paket budaya (belajar karawitan, gamelan). Sementara bagi pecinta kuliner, KAS menyiapkan wisata kuliner dengan menu aneka olahan ikan dan berbagai menu tradisional (ndeso) seperti sego megono, gudangan, dan trancam.

danau wisata karangasri 200x133 Agromina Wisata Karangasri Pakem SlemanKendati masih menggunakan sistem pemasaran sederhana, yaitu dari mulut ke mulut, namun apresiasi masyarakat terhadap Desa Wisata Karangasri cukup tinggi. “Setiap akhir pekan kami selalu menerima kunjungan dan kegiatan dari berbagai pihak, baik itu kalangan pelajar, mahasiswa, company, masyarakat umum, dan instansi pemerintah,” tambah Bapak Junaidi. Dengan biaya Rp.40.000,00-Rp.60.000,00/ orang per hari, para pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada di Desa Wisata Karangasri, sekaligus merasakan sejuknya alam lereng pegunungan dengan hamparan kebun salak dan persawahannya.

Di akhir wawancaranya, Bapak Ahmad Junaidi berpesan bagi masyarakat yang ingin atau sedang mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata, kuncinya adalah niat yang kuat. “Niat yang kuat juga didasari dengan penuh keikhlasan, kemudian positif thinking, dan siap dalam menghadapi segala resiko yang menghadang,” terangnya. Jadi, bagi Anda yang ingin ‘kembali ke alam’ dan menikmati paket wisata agromina, Desa Wisata Karangasri menjadi salah satu alternatif yang bisa Anda pilih.
sumber Tim liputan bisnisUKM

Mengingat srumbung juga memiliki areal perkebunan salak yang berkualitas. adalah hal yang menguntungkan jika dapat melakukan kerjasama dengan agrowisata salak di turi untuk dikembangkan di srumbung, magelang. Hal ini tentunya menguntungkan karena selain dapat mengembangkan ekonomi kawasan juga dapat secara bersama mempromosikan paket wisata salak pondoh sleman dan salak lumut srumbung.

jalin UKM solution

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: