Usaha Batu Alam, Prospek bisnis di Muntilan

MESKI bisnis batu alam tidak sepopuler bisnis pakaian, hp, atau barang elektronik, tidak menyurutkan semangat Hengky Cahyono (63) untuk tetap menggelutinya. Selama hampir lima tahun ia tetap bertahan menjalankan bisnisnya di Kota Magelang ini dengan mendirikan toko cinderamata yang diberi nama Sinar Jaya di Jl Pemuda Magelang.

Semangat ini tidak lepas dari kecintaannya terhadap batu alam yang sudah diakrabinya sejak kecil. Bentuknya yang indah, “nyeni”, dan bernilai ekonomis tinggi menjadi alasannya menyukai aneka jenis batu alam tersebut. Berawal dari hobi mengoleksi, kemudian ia kembangkan menjadi bisnis yang cukup menggiurkan.

“Sejak kecil saya sudah senang dengan bebatuan alam tersebut. Kemudian berlanjut dengan mengoleksinya sampai pada akhirnya terkumpul banyak dan terbersit keinginan untuk dibisniskan. Maka jadilah toko cinderamata ini,” ujarnya.

Dari awal dia sudah menyadari bahwa bisnis ini tidak akan berjalan cepat secepat bisnis lain seperti pakaian atau barang elektronik. Namun karena ketekunannya mengelola bisnis ini, lambat laun usahanya pun diketahui publik dan banyak diburu pelanggan terutama para penghobis. “Memang agak berat menjalaninya karena segmen pasar yang terbatas, tapi saya yakin pasti akan menemukan masanya,” katanya penuh harap.

Dari awal hingga saat ini, tidak kurang dari ratusan batu ia miliki baik dalam bentuk mata cincin, akik, hingga berupa hiasan unik dan menarik mulai dari ukuran kecil, sedang, dan besar. Semua ia tata rapi dalam etalase-etalase tokonya sehingga pelanggan yang datang akan langsung disuguhi nuansa bebatuan alam yang indah dan mempesona.

Tidak hanya dari tanah Indonesia saja, batu alam ini juga ada yang datang dari negara-negara Timur Tengah seperti Persia, Eropa seperti Italia, dan juga dari Srilangka. Aneka batu berjenis GEM tersedia lengkap seperti ruby, blue saphir, yellow saphir, green barnet, fire opal, peridot, yellow beryl selain juga jenis batu alam lainnya yang tidak kalah indahnya seperti batu swiseki atau batu alam yang berbentuk hewan yang terbentuk secara alamiah dan batu kecubung yang banyak diburu orang.

“Dari sekian produk memang tidak semuanya dicari pelanggan. Batu seperti akik dan batu dari Persi  yang paling banyak dicari karena harganya yang terjangkau dengan bentuk dan kualitas bagus. Harga batu akik mulai dari Rp 5000-an, begitu juga dengan batu dari Persi yang harganya tidak terlampau jauh dengan batu akik,” paparnya.

Tidak hanya itu, bapak dua putra ini pun memiliki aneka hiasan dari batu dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan kualitas barang. Harga berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 300 ribuan. Sedangkan batu kecubung per butirnya mulai dari Rp 300 ribu.

Menariknya, ia tidak hanya menjual batu alam saja, tapi juga kerajinan kayu berupa patung Asmat berbagai bentuk dan ukuran, kerajinan topeng, lukisan, dan aneka foto karya pribadinya. Salah satu karya fotonya yang terbaru adalah peristiwa erupsi Merapi yang terjadi dua bulan silam.

“Foto-foto ini saya potret sendiri di kawasan Merapi pada saat terjadi erupsi. Barangkali ada yang minat, foto ini bisa saya jual dengan harga nego,” kata pria yang pernah beberapa kali menjuarai lomba foto ini.

Soal penjualan, laki-laki asli Magelang ini tidak menyangkal bahwa penjualan tidak selalu ramai, tapi juga tidak terlampau sepi. Saat-saat tertentu atau momen special seperti lebaran, Natal, Tahun Baru, menurutnya tidak berdampak signifikan terhadap bisnisnya.

“Kalau volume penjualan tidak mesti jumlahnya. Kadang sehari beberapa biji batu, kadang sama sekali tidak ada penjualan. Namanya juga usaha, pasti adakalanya sepi dan adakalanya ramai. Sekarang termasuk sepi mungkin karena  harga kebutuhan pokok yang sedang mahal,” ungkapnya tanpa menyebut omset penjualan.

Meski secara bisnis tidak menentu, ia masih tetap berpegang teguh pada prinsip bisnisnya, yaitu jujur. Ia berlaku jujur kepada konsumennya semua yang terkait produk batu alamnya mulai dari jenis hingga kualitas dan harganya. Ia pun menjamin bahwa batu alam miliknya adalah benar-benar batu alam dan bukan tiruan atau imitasi seperti plastik atau kaca.

 

sumber suara merdeka

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: