MANFAATKAN KONTEN MARKETING UNTUK BISNIS ONLINE

publih complete from : https://id.berita.yahoo.com/3-cara-memanfaatkan-konten-marketing-110206620.html

Editor’s Note: Artikel ini ditulis oleh Ilman Akbar, di situsilovedigitalmarketing.wordpress.com. Ilman adalah seorang profesional di bidang digital marketing dan founder anakUI.com.

Hari Rabu, 19 November 2014 kemarin, saya hadir di Jakarta Content Meetup yang pertama, diadakan oleh startup GetCraft.

Seperti namanya, meetup ini memang spesifik membahas seputar content marketing. Apa itu content marketing?

Content marketing is a marketing technique of creating and distributing valuable, relevant and consistent content to attract and acquire a clearly defined audience – with the objective of driving profitable customer action. – Content Marketing Institue

belajar bisnis online jakarta content marketing meetup

Meetup pertama ini menghadirkan tiga orang pembicara yang sharing bagaimana cara mereka memanfaatkan content marketing di startup maupun bisnis mereka masing-masing.

Pertama adalah Yukka Harlanda, CEO of Bro.do. Brodo adalah startup e-commerce yang memproduksi sekaligus menjual brand footwear khusus pria asal bandung.

Juga ada Cara Mayega, Group Integrated Marketing Content & Connections Manager (Head of IMC) Coca-Cola Indonesia. Ia menceritakan bagaimana terjadinya penciptaan dan distribusi content yang terjadi dalam timnya di Coca Cola Indonesia.

Pembicara terakhir adalah Denny Santoso, Founder of DuniaFitnes, seorang serial entrepreneur yang amat sangat memanfaatkan internet marketing, khususnya email marketing, dalam membangun bisnisnya.

Inilah tiga cara dari ketiga pembicara ini memanfaatkan content marketing untuk menunjang bisnis mereka masing-masing.

1. Pilih content sesuai dengan jenis channel/medium-nya

Brodo dirintis tahun 2010 saat para founder masih kuliah di Teknik Sipil ITB. Saat itu mereka hanya memanfaatkan BBM sebagai channel jualan. Yukka mengatakan mereka punya 8 BlackBerry untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Masing-masing BB punya 2.000 kontak, total mereka memiliki 16.000 pelanggan setia! Brodo mulai mereka jalankan serius tahun 2012 dan menjadi sebuah e-commerce tahun 2013.

Sebagai sebuah startup yang dimulai dari 0, mereka sangat amat perhitungan dalam memanfaatkan uang yang mereka miliki, termasuk dalam marketing. Itulah alasannya mereka memanfaatkan content marketing, karena gratis (setidaknya murah sekali). Brodo pun biasa bekerjasama dengan content provider dengan kerjasama semi-barter: dapat diskon, sisanya dibayar dengan sepatu Brodo!

Mengingat produk yang Brodo tawarkan adalah sepatu yang merupakan komoditas, Brodo tidak main-main mempersiapkan konten mereka. Fokus mereka adalah menciptakan konten yang bermanfaat bagi para pelanggan, dan tentu saja membuat sepatu Brodo terlihat keren.

Brodo Instagram

Brodo memanfaatkan berbagai channel media sosial untuk mendistribusikan content mereka, masing-masing memiliki fokus dan peruntukan yang berbeda pula.

  • Facebook: untuk hard selling, menampilkan koleksi-koleksi terbaru Brodo
  • Instagram: untuk memberikan inspirasi fashion maupun lifestyle dalam bentuk foto
  • Twitter: untuk melakukan percakapan sehari-hari dengan pelanggan
  • Tumblr: untuk mengapresiasi foto-foto customers. Dengan mengupload di Tumblr masing-masing dengan hashtag tertentu, foto itu otomatis masuk ke Tumblr Brodo.
  • G+: konten informatif, misalnya infografis
  • YouTube: memberikan brand story & experience. Video mereka di sini sangat profesional, karena mereka terinspirasi dari video-video Nike
  • Newsletter: ini adalah yang paling powerful dalam menghasilkan sales. Brodo merancang setiap newsletter-nya agar ‘super ultra high quality’, dikirimkan hanya 3-4 kali sebulan, sehingga penerima tidak merasa terganggu. Yukka mengatakan, sekarang ada 40 ribu email subscribers, 3%-nya menghasilkan penjualan!

Oh iya, di website versi baru Brodo, ada fitur A Guide to Matching Pants with Your Brodo Shoes. Ini salah satu bentuk content marketing yang amat sangat niat!

Yukka menutup sesinya dengan menekankan pentingnya content marketing:

Seorang teman membuat sebuah brand dompet, namun ia sama sekali tidak memperhatikan content marketing. Akhirnya brand-nya bubar tahun lalu. Berinvestasi di content marketing itu sesuatu yang long term, hasilnya nggak bisa terlihat besok. – Yukka Harlanda

2. Mau content kita hype? Pantau tren percakapan di masyarakat, buat content secepat mungkin

Ketika media sosial Indonesia heboh dengan iklan LINE AADC 2014 kemarin, berbagai brand ikut serta merespon kehebohan itu dengan membuat konten yang bertema AADC pula. Coca Cola ikut serta dalam kehebohan itu, seperti meme berikut ini.

Coca Cola Line Meme

Selain meme itu, Coca Cola Indonesia juga mengeluarkan video khusus pengguna LINE (tapi sayang saya tidak bisa menemukan video itu di web). Yang menarik, video LINE itu keluar hanya dalam waktu 1 jam! Sebuah respon yang sangat cepat untuk perusahaan selevel Coca Cola.

Dalam mendapatkan sumber inspirasi konten, Cara mengatakan mereka sangat beruntung sebagai sebuah brand global, karena sumber inspirasi mereka banyak sekali:

  • Coca Cola global memberikan konten campaign internasional, seperti happiness flag campaign saat FIFA World Cup 2014 lalu.
  • Coca Cola negara lain memberikan banyak campaign lokal di negara lain yang bisa diambil idenya, misalnya The Happiest Thank You video campaign yang mengharukan itu dari Filipina.
  • Local campaign, baik yang dibuat oleh perusahaan maupun user generated content
  • Always on conversation, seperti AADC 2014 ini. Inilah yang selalu dipantau oleh Coca Cola dan jadi kunci mereka.

Coca Cola Indonesia memiliki tim monitoring social media bernama tim Customer Interaction Care yang memantau percakapan di masyarakat/social media. Tidak cuma seru-seruan seperti AADC 2014, kejadian sosial atau bencana alam juga direspon oleh Coca Cola Indonesia.

Setiap kali menemukan percakapan yang menarik untuk ikut direspon dalam bentuk konten (seperti AADC 2014 itu), mereka tidak perlu melakukan proses approval ke atasan atau ke Coca Cola HQ di Amrik sana. Tim social media Coca Cola tidak perlu takut salah, karena mereka sudah dilatih dengan sangat keras selama 6 bulan untuk memahami brand guidelines, tonality (gaya bicara), do’s and don’ts, dan sebagainya.

Walaupun Coca Cola adalah brand internasional besar, dalam media sosial mereka seakan sebuah brand lokal yang kecil!

3. Bangun database/list email, sangat powerful untuk marketing

Terakhir, Denny Santoso menuturkan kisahnya menjadientrepreneur. Berbagai bisnis telah ia rintis dari bawah, bisnis terbarunya adalah properti (apartemen), yang terjual lebih dari 10 miliar rupiah hanya dalam waktu satu malam.

Bisnis pertama Denny adalah menjual suplemen fitnes yang ia lakukan sejak 1999. Karena suplemen bukan kebutuhan pokok dengan harga realtif mahal, tentu tidak semua orang mau beli. Oleh karena itu, ia harus menceritakan pentingnya suplemen itu kepada target marketnya. Itulah mengapa ia menggunakan content marketing.

Tahun 2008, ia menuliskan expertise-nya dalam bidang fitnes dan kesehatan ke dalam blognya. Sebuah penerbit membaca blognya dan memintanya untuk membuat buku dari blognya. Dari blogger menjadi seorang penulis buku, ia membangun personal branding sebagai seseorang yang ahli di bidang kesehatan, yang tentu saja berefek ke penjualan suplemen kesehatannya.

Tahun 2011, Twitter mulai ramai, Denny mulai fokus menjajal Twitter dengan akunnya @DennySantoso. Dalam empat bulan, follower Twitternya naik dari 30K menjadi 100K (kini sudah 506K). Bagaimana caranya? Pertama ia melakukan partnership dengan akun Twitter lain yang followernya banyak, yaitu saling bantu promosi. Akun Twitter A mempromosikan Denny, dan sebaliknya. Kedua ia membayar buzzer yangfollower-nya jauh lebih banyak, misalnya @RadityaDika. Peningkatan followernya semakin cepat lagi.

Konten-konten yang disebar di social medianya mengarahkan followernya untuk membuka blog dan berbagai landing page miliknya, antara lain PanduanDiet.com maupun DuniaFitnes.com. Di setiap website itu, Denny ‘menangkap’ pengunjung yang datang untuk meninggalkan nama dan alamat emailnya.

DennySantoso.com
PanduanDiet.com

Denny sangat menekankan pentingnya partnership dengan pihak lain yang juga memiliki audiens yang besar. Contohnya saat ia bekerjasama dalam bentuk artikel di DuniaFitnes.com yang ditampilkan di Yahoo! Indonesia. Di artikel itu, ada link ke berbagai artikel lain diDuniaFitnes.com. Sehingga setiap kali ada pembaca Yahoo! yang mengklik link di website Yahoo!, mereka masuk ke websiteDuniaFitnes.com dan dihadapkan dengan form untuk mengisi nama dan email.

Dengan cara seperti inilah, Denny Santoso kini sudah mengumpulkan 200 ribu list email yang siap membeli apapun yang ia tawarkan. Tentu saja list emailnya tidak didiamkan begitu saja. Ia rutin mengirimkan email berisi tulisan-tulisan pribadinya untuk membangun engagement dengan audiens yang telah ia bangun.

Memiliki 200 ribu list email, Denny bisa menjual apapun di sana. Setelah menjual suplemen kesehatan, Denny menjual kopi pembakar lemak JavaPrime, kemudian membuka toko online perawatan tubuh wanitaFellinshop karena lebih dari separuh follower-nya adalah wanita.

Kunci suksesnya, menurut Denny, adalah karena ia mulai berbisnis dari customer dulu. Cari tahu apa yang mereka butuhkan, dan dekati mereka di mana mereka berada. Kemudian bangun email list, karena kita harus mendapatkan customer, bukan cuma traffic.

Oh iya, bagaimana cara Denny menjual properti senilai 10 M dalam satu malam?

Isu BBM akan naik sudah mulai muncul sejak beberapa bulan lalu. Saya memfoto sebuah berita di Jawa Post tentang rencana kenaikan BBM, lalu mengirim foto itu ke list email saya. Saya mengatakan, “BBM akan naik, harga barang-barang pun akan naik. Jadi uang Anda harus diletakkan di tempat yang nilainya akan naik saat BBM naik: properti. Yuk ketemu saya malam ini.” Malam itu, hadir sekitar 300 orang, beberapa dari luar jawa, dan apartemen saya terjual 10 miliar. Semua dari list email yang telah saya bangun bertahun-tahun ini. So powerful. – Denny Santoso

Demikianlah oleh-oleh saya dari Jakarta Content Marketing Meetup yang pertama. Menurut Patrick, penyelenggara acara sekaligus founder dari GetCraft, meetup ini direncanakan untuk diadakan setiap dua bulan sekali.

Jadi buat para bloggervideographerstartup founder, atau siapapun yang tertarik dengan dunia content, sampai ketemu dua bulan lagi!

jalinukm:

PELUANG INVESTASI DI JOGJA…..INVESTASI CONDOTEL DI JOGJA

Originally posted on CONDOTEL JOGJA:

Sumber gambar dan artikel lengkap di  Mataram city

Lokasi.  Bertempat di Jl. PalaganTentaraPelajar Km 7, Mataram City menjanjikan ketenangan beristirahat.  Simultan denganitu, Mataram City menyajikan akses yang sangat strategis ke Malioboro, UGM dan perguruan tinggi ternama lainnya, seperti UII, UPN, Atma Jaya, UNY, STIE YKPN, sertake Bandara Adi Sucipto.  Perjalanan menuju ke Borobudur, Kaliurang, Prambanan, bahkan ke Parang Tritisdan deretan pantai selatan di Gunung Kidul dapat dicapai dengan cara yang sangatmudah.

Fasilitas.  Mataram City adalah sebuah mixed-use development yang lengkap.  Kondotel dan Apartemen disempurnakan dengan keberadaan city-walk dan convention hall. Di samping itu, swimming pool, gym & spa, campus club, green park, coffee shop, dan laundry service akan memberikan kenikmatan gaya hidup modern dalam balutan  suasana tradisional Kampoeng Djogdja.  Berarea sekitar 2.5 hektar, Mataram City akan dilengkapi dengan tempat parkir yang luas, sehingga memudahkan para pengunjung dan penghuni beraktifitas.

Cara Pembayaran.  Pembeli dapat memilih pembayaran tunai, tunai bertahap…

View original 70 more words

Orang terkaya china awalnya hanya tukang jaga kantin sekolah?? inspirasi bisnis

Meski menjadi pria terkaya di Cina, dan terkaya nomor 23 secara global, Zong Qinghou adalah pria yang sangat hemat dalam menggunakan uangnya.

Menurut Bloomberg News, Zong, pendiri perusahaan minuman ringan Wahaha berusia 66 tahun ini, hanya menggunakan $20 per hari (atau Rp 190 ribu) meski ia memiliki kekayaan $21,6 miliar (atau Rp 206,1 triliun). Seperti terungkap oleh Nick Rosen dari BBC musim panas lalu, Zong memiliki pengabdian seperti biksu terhadap tugas-tugasnya. Salah satu karyawan Wahaha ingat bagaimana Zong memeriksa dengan teliti tiap pengeluaran kantornya, termasuk buat pembelian sapu.

Karir Zong berawal dari penjaga kantin di sekolah sampai menjadi raja minuman ringan dalam 20 tahun, sehingga sangat wajar kekayaannya itu tidak membuat dia lupa daratan. Seperti kebanyakan orang kaya lainnya yang berpenghasilan $100 ribu (atau Rp 954 juta) dan dikutip oleh PNC Financial Services, resesi tidak berpengaruh pada tujuan rencana pensiun mereka.

Selain menjadi penabung yang disiplin seperti Zong, seperti banyak responden survey PNC lainnya, 46% mengatakan mereka bekerja keras untuk mengurangi utang, 33% mengubah kebiasaan belanja mereka, dan 23% membayar utang rumah. Selain itu, mereka juga berencana terus bekerja pada usia emas mereka, dan tiga perempat mengatakan akan tetap bekerja, meski sedikit, setelah pensiun.

Anda tak perlu hemat seperti Zong, meski begitu sangat penting untuk melihat kebiasaan-kebiasaan apa saja yang membuat pria ini jadi kaya. Ia bekerja keras, mengikuti minatnya, dan hidup jauh di bawah pendapatannya. Sampai sekarang pun dia tidak mengubah gaya hidupnya meski sudah kaya. Sederhananya, dia berpikir seperti orang kaya, dan itu mendatangkan banyak uang buatnya.

sumber : Yahoo.com

Ratusan juta per bulan dari ayam bakar, profil sukses

ak gampang bagi Agus Pramono meraih sukses sebagai pemilik Ayam Bakar Mas Mono. Ia sempat berjualan kacang dari satu warung ke warung lain selama setahun. Lelaki asal Madiun ini juga pernah mengecap pekerjaan office boy dan penjual gorengan. Sampai akhirnya ia nekat berjualan ayam bakar tanpa bekal ilmu kuliner.

Lulus dari SMA di Kota Madiun, Jawa Timur, pada 1994, Agus Pramono merantau ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, Mono, panggilan akrab Agus Pramono, tinggal dengan kakak pertamanya di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Saat itu, makan dan kebutuhan hidup lain ditanggung si kakak yang bekerja sebagai office boy.

Karena tak ingin membebani sang kakak, anak kelima dari enam bersaudara ini lantas mencari pekerjaan. “Saya jadi sales makanan ringan seperti kacang. Saya jual dari satu warung ke warung lain,” katanya. Pulang berdagang, Mono mengasuh anak kakaknya.

Setahun berjualan makanan, Mono mendapat tawaran kerja sebagai office boy (OB) di sebuah perusahaan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tak punya pilihan lain, ia pun menerima tawaran itu. “Dalam hati saya malu sekali. Saya disekolahkan paling tinggi dibandingkan dengan saudara-saudara saya yang lain, tapi kok ya jadi OB dengan gaji pas-pasan,” tuturnya.

Selama menjadi OB, Mono tak pulang kampung. Sebab, ia tak punya cukup uang untuk membeli tiket kereta. Bila banyak orang merayakan Lebaran di tengah keramaian, Mono malah sibuk mencari uang sebagai penjaga rumah orang yang sedang pergi berlibur.

Pernah ia tidak menjenguk ayahnya yang sakit lantaran tak punya tabungan. “Dari bapak saya sakit sampai meninggal di tahun 1998, saya tidak bisa ke Madiun. Itu tamparan keras buat saya,” katanya mengenang.

Tahun 2001 menjadi awal pijakan Mono merambah dunia usaha. Ia tinggalkan pekerjaannya sebagai OB dan beralih menjadi penjual gorengan. Dia berani berdagang walau tak punya keahlian apa pun tentang kuliner. “Saya cuma punya modal nekat,” ujarnya.

Di kamar sewaan berukuran 2,5 meter x 3 meter di Menteng Dalam, tempat tinggal Mono dan istrinya, bahan gorengan disiapkan. Bila bahan sudah siap, ia mendorong gerobak gorengan tiap pagi.

Mono berjualan keliling sekolah-sekolah dan kompleks perumahan. Jika azan maghrib telah berkumandang, ia dorong gerobak pulang dengan membawa Rp 15.000 di kantong. Terkadang, bila ramai pembeli, ia bisa bawa pulang Rp 20.000.

Sering, Mono menyembunyikan sisa gorengan yang tak laku dijual saat pulang ke kamar sewaan. “Sisa gorengan saya umpetin di bawah gerobak supaya tetangga tak melihat gorengan saya tak laku,” ungkap dia.

Mono sering berdagang gorengan di sekitar Universitas Sahid di Jalan Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan. Suatu hari, ketika ia tengah menunggu pembeli, Mono terpikir berdagang ayam bakar. “Saat itu, jarang sekali orang jual ayam bakar. Ditambah lagi masih ada lahan kosong di sekitar kampus Sahid,” ujarnya.

Yakin terjun ke usaha ayam bakar, Mono pun mencari modal. Akhirnya, ia mendapatkan modal Rp 500.000 untuk membeli bahan dan bumbu ayam bakar serta perlengkapan memasak.

Awalnya, Mono menyajikan ayam bakar, tempe, tahu, dan cah kangkung. Ketika itu, ia menjual seporsi nasi plus ayam bakar Rp 5.000. Rupanya banyak yang menyambangi gerobak Ayam Bakar Kalasan miliknya, baik mahasiswa, pegawai kantoran, dan orang yang lalu lalang di Jalan Soepomo.

Waktu itu, ia mengolah 80 ekor ayam per hari. Soal rasa, Mono belajar otodidak dari saran dan kritik para pelanggan. “Ada yang bilang pakai bumbu ini, pakai kecap itu, nasinya jangan nasi pera,” kata Mono. Ia pun mencoba menerima saran dan kritik pembelinya itu hingga benar-benar menemukan rasa khas Ayam Bakar Kalasan.

Melihat pengunjung yang makin banyak, Mono pun memperluas lokasi usaha. Dengan bantuan lima karyawan, ia mengubah konsep tempat makan, dengan menempatkan meja dan kursi berpayung terpal.

Pada tahun 2004, gerai ayam bakar Mono kena gusur. Ia pun memindahkan gerainya ke Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan. “Waktu itu, Tebet sepi, tidak seramai sekarang. Belum banyak usaha makanan juga,” katanya.

Dari sinilah, Ayam Bakar Kalasan makin dikenal luas dan punya banyak penggemar. Mono pun membuka cabang di banyak tempat hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulan.

Dengan membesarkan  gerai Ayam Bakar Mas Mono yang tumbuh secara vertikal maupun horizontal, patut ditiru. Setidaknya, jejaknya dapat dilihat, kemudian diikuti. Apa rahasia paling mendasar yang membuat bisnisnya tumbuh dan berkembang seperti saat ini.

Bagi kalangan pebisnis kecil, Agus Pramono adalah pahlawan sekaligus teladan yang mewakili cita-cita kalangan pebisnis kaki lima untuk meraih kesuksesan. Hidup makmur berkecukupan dari hasil wirausaha.

“Sejak awal saya memilih lebih baik kecil menjadi bos daripada besar jadi kuli. Prinsip inilah yang membuat saya terpacu untuk bekerja terbaik dan selalu memiliki keinginan untuk membangun bisnis,” ujarnya.

Artikel lengkap di http://www.suaramedia.com

Kripik salak pondoh, potensi usaha kawasan merapi

Bicara mengenai keripik salak pondoh. Salak Pondoh dari Kab Sleman sudah sangat terkenal di berbagai daerah. Kini ada sensasi baru untuk menikmati buah khas lereng Merapi itu yaitu menikmati kripik salah pondoh yang renyah.

“Rasa keripiknya segar karena rasa buahnya masih kentara manis dan ada sedikit rasa masam,” kata Rafika (32), saat mencoba rasa kripik itu di stand UKM Tawangrejo Agro, Ambarrukmo Plaza.

Sambil mencomot lagi beberapa keping kripik, pelancong asal Malang itu mengaku baru sekali merasakan salak pondoh dalam bentuk kering. Menurutnya dari segi rasa dan kemasan kripik salak pondoh itu sangat cocok untuk oleh oleh ke tempat asalnya.

“Di Malang tempat saya ada kripik apel, tapi sesuai dengan potensinya di Sleman ada kripik salak pondoh. Ini layak dicoba,” kata perempuan yang akrab dipanggil Fika ini.

Ia pun tidak ragu memesan cemilan itu, satu bungkus kripik salah pondoh 100 gram ditambah satu bungkus kripik nangka 100 gram sebagai buah tangan untuk keluarga.

Adalah kelompok usaha Tawangrejo Agro asal Dusun Tawangrejo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem yang menciptakan cemilan buah tersebut. Industri rumah tangga itu mengolah buah-buahan segar menjadi keripik kemasan yang diberi label “Kharisma”.

“Selain salak pondoh, juga ada buah-buahan lainnya seperti nangka, pisang, nanas dan jamur tiram,” kata Marketing Tawangrejo Agro, Ani Sulistyawati.

Komoditas buah yang diproses menjadi kripik berasal dari kebun buah organik di Kab Sleman. Pengolahannya pun alami yakni buah segar dikeringkan selanjutnya digoreng dengan minyak tanpa menggunakan bahan pengawet. Setelah dikemas buah kering mampu bertahan hingga satu tahun.

Buah kering yang ditawarkan kepada konsumen ada dua kemasan yakni kemasan 40 gram seharga Rp 6.000 dan kemasan 100 gram seharga Rp12.500. “Semua jenis keripik buah dalam kemasan yang kami jual harganya sama saja,” kata Ani.

Untuk pemasarannya, Ani mengatakan hanya terbatas ke toko-toko lokal yang diperuntukkan kepada wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Kabupaten Sleman. Selain itu pesanan juga dikirim ke sejumlah wilayah di luar DIY. “Kami juga mengirim ke Papua. Entah mengapa mereka menyukai kripik salak pondoh ini, market di sana lumayan bagus,” ujar Ani.

Sebagai usaha yang baru berkembang, pemasaran kripik buah ini masih memerlukan banyak dorongan terutama untuk mengambangkan skala usaha. Saat ini meskipun sejumlah wilayah di nusantara mulai tertarik dengan produk ini tetapi masih kesulitan untuk memenuhi pasar karena terbatasnya volume produksi.

“Mesin produksi cuma satu dan dalam pengemasan produk masih manual hingga kurang cepat. Jadi sementara ini kami masih bertahan dengan skala produksi yang kecil,” ujarnya.

Artikel lengkap di http://www.suaramedia.com

Solusi pengembangan bisnis bersama jatengpromo.com

Dunia usaha dan pariwisata sebagai motor utama penggerak perekonomi di pulau jawa khususnya di jawa tengah, menyimpan banyak potensi yang dapat di kembangkan secara luas dan mendalam.

Diera globalisasi dan pertumbuhan informasi yang semakin cepat, kebutuhan akan informasi terkini dan komunikasi didalam dunia bisnis diperlukan adanya solusi yang akurat dalam memperebutkan pasar.

Untuk itu Jatengpromo.com hadir dengan nuansa jawa yang sederhana tapi memeliki filosofi yang tinggi, berisi ragam publikasi, informasi bisnis dan pariwisata yang ada di pulau jawa.

Jatengpromo.com merupakan sebuah situs yang menjawab akan lajunya perkembangan bisnis khususnya jawa tengah.

Yang mana Jawa tengah merupakan pangsa pasar yang sangat potensial dan dinamis. Potensi bisnis inilah yang ingin kami angkat sebagai peluang, baik dari sisi financial maupun dari sisi pemenuhan akan kebutuhan informasi publikasi dan promosi.

copy from jatengpromo.com

Budidaya tanaman holtikultura yang menguntungkan, peluang usaha magelang

Usaha pembibitan tanaman akan menjadi bisnis yang menjanjikan. Usaha pembibitan tanaman banyak terdapat di Indonesia. Indonesia sebagai negara agraris mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dalam dunia pertanian khususnya hortikultura atau sayuran, benih merupakan faktor produksi yang sangat vital.

Tanaman yang sehat sangat tergantung dari benihnya pula. Untuk mendapatkan tanaman yang sehat, maka benih yang dibeli harus disemaikan terlebih dahulu untuk kemudian dipindah tanamkan setelah berupa bibit. Selama persemaian, benih membutuhkan perhatian yang ekstra.

Seperti halnya usaha yang ditekuni oleh Bpk Agus Suyanto yang beralamatkan di Dukun Magelang yang menjalankan usaha pembibitan tanaman holtikultura sejak tahun 2001. Saat ini, pembibitan sayuran yang beliau usahakan meliputi komoditas  berbagai jenis Cabe, Terong, Tomat dan kol batu, bunga kol, dan sawi. Kini usaha pembibitan tanaman Bpk Agus Suyanto telah berkembang pesat. Bpk Agus Suyanto juga menerima pesanan lewat telepon dan bisa diantar sampai tujuan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.